:D


Click here for Myspace Layouts
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

April 25, 2011

Pengertian Musik

PENGERTIAN MUSIK

Musik pada hakikatnya adalah bagian dari seni yang
menggunakan bunyi sebagai media penciptaannya. Walaupun dari waktu
ke waktu beraneka ragam bunyi, seperti klakson maupun mesin sepeda
motor dan mobil, handphone, radio, televisi, tape recorder, dan
sebagainya senantiasa mengerumuni kita, tidak semuanya dapat
dianggap sebagai musik karena sebuah karya musik harus memenuhi
syarat-syarat tertentu.
Syarat-syarat tersebut merupakan suatu sistem
yang ditopang oleh berbagai komponen seperti melodi, harmoni, ritme,
timbre (warna suara), tempo, dinamika, dan bentuk. Sebelum lebih jauh
membahas syarat-syarat tersebut berikut aspek-aspek lain yang terkait
dengannya seperti sejarah musik, pencipta musik, karya-karya musik,
dan berbagai formasi pertunjukan musik, bab ini akan terlebih dahulu
meninjau beberapa definisi tentang musik, fungsi musik, dan jenis-jenis
musik.

1.1 Pengertian Musik

Walaupun banyak dari para ahli musik telah mencoba
memberikan definisi tentang musik, namun hingga kini belum ada
satupun yang diyakini merupakan satu-satunya pengertian yang paling
lengkap. Tampaknya ada yang memahami musik sebagai kesan
terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengarannya. Di
samping itu ada juga yang pemahamannya bertolak dari asumsi bahwa
musik adalah suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan
pendukungnya. Walaupun demikian ada juga yang berbeda pandangan
dari kedua model tersebut. Terlepas dari berbagai perbedaan sudut
pandang tersebut, beberapa definisi berikut ini dapat membantu kita
untuk memahami pengertian tentang musik.
Dari penulis-penulis Indonesia di antaranya dapat dijumpai
sejumlah definisi tentang musik: Jamalus (1988, 1) berpendapat bahwa
musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau
komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan
penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni,
bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Rina (2003,
9) setuju dengan pendapat bahwa musik merupakan salah satu cabang
kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau bunyibunyian.
Prier (1991, 9) setuju dengan pendapat Aristoteles bahwa musik
merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari
gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
4
Menurut ahli perkamusan (lexicographer) musik ialah: ”Ilmu dan
seni dari kombinasi ritmis nada-nada, vokal maupun instrumental, yang
melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang
memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional”1 Walaupun
demikian selama berabad-abad para ahli menganggap bahwa definisi
kamus tersebut kurang memuaskan. Sebagai alternatif, di antaranya ada
yang memahami musik sebagai ”bahasa para dewa”; yang lain
mengatakan bahwa: ”music begins where speech ends” (musik mulai
ketika ucapan berhenti). Romain Rolland berpendapat bahwa musik
adalah suatu janji keabadian; bagi Sydney Smith musik ialah satusatunya
pesona termurah dan halal di muka bumi.
Goethe berpendapat bahwa musik mengangkat dan memuliakan
apa saja yang diekspresikannya. Mendelssohn meyakini bahwa musik
dapat mencapai suatu wilayah yang kata-kata tidak sanggup
mengikutinya, dan Tchaikovsky berkata bahwa musik adalah ilham yang
menurunkan kepada kita keindahan yang tiada taranya. Musik adalah
logika bunyi yang tidak seperti sebuah buku teks atau sebuah pendapat.
Ia merupakan suatu susunan vitalitas, suatu mimpi yang kaya akan bunyi,
yang terorganisasi dan terkristalisasi. Sehubungan dengan itu Herbert
Spencer, seorang filsuf Inggris mempertimbangkan musik sebagai seni
murni tertinggi yang terhormat. Dengan demikian musik adalah
pengalaman estetis yang tidak mudah dibandingkan pada setiap orang,
sebagaimana seseorang dapat mengatakan sesuatu dengan berbagai
cara (Ewen 1963, vii-viii).
Dari perspektif interpretasi atau penikmatannya, musik juga dapat
dipahami sebagai bahasa karena ia memiliki beberapa karakteristik yang
mirip dengan bahasa. Berkaitan dengan hal tersebut Machlis (1963, 4)
memahami musik sebagai bahasa emosi-emosi yang tujuannya sama
seperti bahasa pada umumnya, yaitu untuk mengkomunikasikan
pemahaman. Sebagai bahasa musik juga memiliki tata bahasa, sintaksis,
dan retorika, namun tentunya musik merupakan bahasa yang berbeda.
Setiap kata-kata memiliki pengertian yang kongkrit, sementara nada-nada
memiliki pengertian karena hubungannya dengan nada-nada yang lain.
Kata-kata mengekspresikan ide-ide yang spesifik sedangkan musik
menyugestikan pernyataan-pernyataan misterius dari pikiran atau
perasaan.
Dari beberapa pendapat di atas setidaknya dapat dipahami bahwa
musik merupakan salah satu cabang seni pertunjukan seperti tari, drama,
puisi, dan sebagainya. Sebagai sebuah karya seni, musik adalah
1 Terjemahan dari: “The science and art of the rhytmic combination of tones, vocal or
instrumental, embracing melody and harmony for the expression of anything possible by
this means, but chiefly emotional” (Ewen 1963, vii).

ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan lewat komposisi jalinan
nada atau melodi, baik dalam bentuk karya vokal maupun instrumental.
Di samping itu musik adalah suatu karya seni yang tersusun atas
kesatuan unsur-unsur seperti irama, melodi, harmoni, bentuk atau
struktur, dan ekspresi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Fish

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates